Artikel ini akan menjelaskan Kalor dan Peranannya, Kalor dan Perubahan Suhu Zat, Tokoh Sains, Kapasitas kalor, Kalor dan Perubahan Wujud Zat, Penguapan dan Pengembunan, Pendidihan, Pencairan dan Pembekuan.
Ketika kita menuangkan air hangat ke dalam gelas untuk menciptakan minumah menyerupai susu atau teh, lalu kita memegang gelas tersebut, maka apa yang kita rasakan yaitu tangan kita akan terasa hangat.
Mengapa demikian? Pada ketika tangan kita bersentuhan dengan gelas berisi susu atau teh hangat, tangan akan mengalami kenaikan suhu.
Hal ini dikarenakan kalor dari gelas berisi air hangat yang suhunya lebih tinggi berpindah ke tangan yang suhunya lebih rendah.
Jadi, kalor yaitu salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Bagaimana tugas kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu?
Nah, ketika kita mencampur air panas dan air ledeng, terjadi perpindahan energi kalor dari air panas menuju air hambar hingga suhu air tersebut menjadi sama.
Peristiwa ini menawarkan bahwa kalor sanggup mengubah suhu suatu benda. Oleh alasannya yaitu kalor merupakan salah satu bentuk energi, maka satuan kalor yaitu joule.
Pada kehidupan sehari-hari kalor sering juga dinyatakan dalam satuan kalori. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diharapkan untuk memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 1 °C. Hubungan antara joule dan kalori dinyatakan sebagai berikut.
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori
Besarnya kenaikan suhu dipengaruhi oleh massa dan jenis zat tersebut. Semakin besar kalor yang diberikan pada suatu zat, semakin besar pula kenaikan suhunya. Semakin besar massa suatu zat, semakin besar kalor yang diharapkan untuk memanaskan zat tersebut.
Dan kalor yang diberikan pada suatu zat sebanding dengan kalor jenis zat tersebut. Jika dituliskan dalam bentuk persamaan matematika, diperoleh korelasi sebagai berikut.
Q = m ⋅ c ⋅ ΔT ... (3 – 12)
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (J kg-1 °C-1)
ΔT = kenaikan suhu (°C)
Tidak semua zat mempunyai kemampuan yang sama dalam menyerap kalor. kemampuan untuk menyerap kalor ditentukan oleh sifat dari suatu zat dinamakan kalor jenis.
kalor jenis suatu zat yaitu banyaknya kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 1 kilogram zat sebesar 1 °C.
Satuan internasional dalam sistem MKS untuk kalor jenis yaitu J kg-1 °C-1. Satuan kalor jenis suatu zat sanggup juga dituliskan dalam kalori per gramoCelsius.
Sebagai contoh, dalam sistem MKS kalor jenis air yaitu 4.200 J kg-1 °C-1. Hal ini berarti bahwa kalor yang diharapkan untuk menaikkan 1 kg air sebesar 1 °C yaitu 4.200 J.
Ketika kita menuangkan air hangat ke dalam gelas untuk menciptakan minumah menyerupai susu atau teh, lalu kita memegang gelas tersebut, maka apa yang kita rasakan yaitu tangan kita akan terasa hangat.
Mengapa demikian? Pada ketika tangan kita bersentuhan dengan gelas berisi susu atau teh hangat, tangan akan mengalami kenaikan suhu.
Hal ini dikarenakan kalor dari gelas berisi air hangat yang suhunya lebih tinggi berpindah ke tangan yang suhunya lebih rendah.
Jadi, kalor yaitu salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Bagaimana tugas kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu?
Kalor dan Perubahan Suhu Zat
Apabila kita ingin menciptakan air hangat untuk mandi pagi, maka terlebih dahulu kita harus memasak air itu hingga mendidih, lalu mencampurkannya dengan air dari sumur atau ledeng.Nah, ketika kita mencampur air panas dan air ledeng, terjadi perpindahan energi kalor dari air panas menuju air hambar hingga suhu air tersebut menjadi sama.
Pada kehidupan sehari-hari kalor sering juga dinyatakan dalam satuan kalori. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diharapkan untuk memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 1 °C. Hubungan antara joule dan kalori dinyatakan sebagai berikut.
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori
Besarnya kenaikan suhu dipengaruhi oleh massa dan jenis zat tersebut. Semakin besar kalor yang diberikan pada suatu zat, semakin besar pula kenaikan suhunya. Semakin besar massa suatu zat, semakin besar kalor yang diharapkan untuk memanaskan zat tersebut.
Dan kalor yang diberikan pada suatu zat sebanding dengan kalor jenis zat tersebut. Jika dituliskan dalam bentuk persamaan matematika, diperoleh korelasi sebagai berikut.
Q = m ⋅ c ⋅ ΔT ... (3 – 12)
Keterangan:
Q = banyaknya kalor yang diharapkan (J)c = kalor jenis zat (J kg-1 °C-1)
ΔT = kenaikan suhu (°C)
Tidak semua zat mempunyai kemampuan yang sama dalam menyerap kalor. kemampuan untuk menyerap kalor ditentukan oleh sifat dari suatu zat dinamakan kalor jenis.
kalor jenis suatu zat yaitu banyaknya kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 1 kilogram zat sebesar 1 °C.
Satuan internasional dalam sistem MKS untuk kalor jenis yaitu J kg-1 °C-1. Satuan kalor jenis suatu zat sanggup juga dituliskan dalam kalori per gramoCelsius.
Sebagai contoh, dalam sistem MKS kalor jenis air yaitu 4.200 J kg-1 °C-1. Hal ini berarti bahwa kalor yang diharapkan untuk menaikkan 1 kg air sebesar 1 °C yaitu 4.200 J.
Tokoh Sains
James Prescott Joule
James Prescott Joule (1818 - 1889) ialah seorang ilmuwan Inggris yang merumuskan Hukum Kekekalan Energi, yaitu "Energi tidak sanggup diciptakan ataupun dimusnahkan." Ia yaitu seorang ilmuwan Inggris yang hobi fisika. Dengan percobaan ia berhasil menandakan bahwa panas (kalor) tak lain yaitu suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir.