Berikut ini ialah Artikel yang menjelaskan perihal pengertian kalimat efektif, pengertian kalimat tidak efektif, Kalimat Efektif, Syarat Kalimat Efektif, Kalimat Tidak Efektif, tumpuan kalimat efektif, tumpuan kalimat tidak efektif, ciri ciri kalimat efektif, tumpuan kalimat efektif bahasa indonesia, ciri ciri kalimat tidak efektif, ciri ciri kalimat efektif beserta contohnya.
a. Pastikan kalimat yang dibentuk mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat.
b. Jangan taruh kata depan (preposisi) di depan subjek alasannya ialah akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat tersebut.
c. Hati-hati pada penggunaan konjungsi yang di depan predikat alasannya ialah membuatnya menjadi ekspansi dari subjek.
d. Tidak bersubjek ganda, bukan berarti subjek dihentikan lebih dari satu, namun lebih ke arah menggabungkan subjek yang sama.
Ketidakefektifan terjadi alasannya ialah kata para merujuk pada jumlah jamak, sementara siswa-siswi juga mengarah pada jumlah siswa yang lebih dari satu. Jadi, hilangkan salah satu kata yang merujuk pada hal jamak tersebut.
Ketidakefektifan terjadi alasannya ialah kata masuk dan frasa ke dalam sama-sama menunjukkan arti yang sama. Namun, kata masuk lebih sempurna membentuk kalimat efektif alasannya ialah sifatnya yang merupakan kata kerja dan sanggup menjadi predikat. Sementara itu, bila memakai ke dalam dan menghilangkan kata masuk—sehingga menjadi ia ke dalam ruang kelas—kalimat tersebut akan kehilangan predikatnya dan tidak sanggup dikatakan kalimat efektif berdasarkan prinsip kesepadanan struktur.
Baca Juga : Pengertian, Ciri-ciri dan Struktur Cerpen beserta Contohnya
Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif ialah kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan sanggup memberikan info secara tepat. Jelas, artinya gampang dipahami oleh pendengar atau pembaca. Tepat, sanggup sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.
Syarat Kalimat Efektif
Pada dasarnya, ada empat syarat utama sebuah kalimat sanggup dikatakan efektif atau tidak.1. Sesuai EYD
Sebuah kalimat efektif haruslah memakai ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian semoga tidak hingga kata yang kau tulis ternyata tidak sempurna ejaannya.2. Sistematis
Sebuah kalimat paling sederhana ialah yang mempunyai susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diperlukan selalu berada di awal kalimat.3. Tidak Boros dan Bertele-tele
Jangan hingga kalimat yang kalian buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang kalian rumuskan niscaya dan ringkas semoga orang yang membacanya gampang menangkah gagasan yang kalian tuangkan.4. Tidak Ambigu
Syarat kalimat efektif yang terakhir, kalimat efektif menjadi sangat penting untuk menghindari pembaca dari multiftafsir. Dengan susunan kata yang ringkas, sistemastis, dan sesuai kaidah kebahasaan; pembaca tidak akan kesulitan mengartikan pandangan gres dari kalimat kalian sehingga tidak ada kesan ambigu.Ciri-ciri Kalimat Efektif dan Contohnya
Untuk menciptakan kalimat efektif tidaklah sulit asalkan sudah memahami ciri-ciri suatu kalimat dikatakan efektif. Berikut ini ialah 5 ciri-ciri sehingga suatu kalimat sanggup kita katakan efektif.1. Kesepadanan Struktur
Hal pertama yang harus diperhatikan ialah kelengkapan struktur dan penggunaannya. Inilah yang dimaksud dengan kesepadanan struktur. Ada beberapa hal yang menyangkut ciri-ciri yang satu ini.a. Pastikan kalimat yang dibentuk mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat.
b. Jangan taruh kata depan (preposisi) di depan subjek alasannya ialah akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat tersebut.
Contoh kalimat efektif dan tidak efektif:Bagi semua akseptor diperlukan hadir sempurna waktu. (tidak efektif)Semua akseptor diperlukan hadir sempurna waktu. (efektif)
c. Hati-hati pada penggunaan konjungsi yang di depan predikat alasannya ialah membuatnya menjadi ekspansi dari subjek.
Contoh:Dia yang pergi meninggalkan saya. (tidak efektif)Dia pergi meninggalkan saya. (efektif)
d. Tidak bersubjek ganda, bukan berarti subjek dihentikan lebih dari satu, namun lebih ke arah menggabungkan subjek yang sama.
Contoh:Adik demam sehingga adik tidak sanggup masuk sekolah. (tidak efektif)Adik demam sehingga tidak sanggup masuk sekolah. (efektif)
2. Kehematan Kata
Karena salah satu syarat kalimat efektif ialah ringkas dan tidak bertele-tele, kalian dihentikan menyusun kata-kata yang bermakna sama di dalam sebuah kalimat. Ada dua hal yang memungkinkan kalimat menciptakan kalimat yang boros sehingga tidak efektif. Yang pertama menyangkut kata jamak dan yang kedua mengenai kata-kata bersinonim. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini tumpuan mengenai kesalahan dalam kata jamak dan sinonim yang menghasilkan kalimat tidak efektif.Contoh Kata Jamak:Para siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk akademi tinggi. (tidak efektif)Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk akademi tinggi. (efektif)
Ketidakefektifan terjadi alasannya ialah kata para merujuk pada jumlah jamak, sementara siswa-siswi juga mengarah pada jumlah siswa yang lebih dari satu. Jadi, hilangkan salah satu kata yang merujuk pada hal jamak tersebut.
Contoh Kata Sinonim:Ia masuk ke dalam ruang kelas. (tidak efektif)Ia masuk ruang kelas.
Ketidakefektifan terjadi alasannya ialah kata masuk dan frasa ke dalam sama-sama menunjukkan arti yang sama. Namun, kata masuk lebih sempurna membentuk kalimat efektif alasannya ialah sifatnya yang merupakan kata kerja dan sanggup menjadi predikat. Sementara itu, bila memakai ke dalam dan menghilangkan kata masuk—sehingga menjadi ia ke dalam ruang kelas—kalimat tersebut akan kehilangan predikatnya dan tidak sanggup dikatakan kalimat efektif berdasarkan prinsip kesepadanan struktur.
3. Kesejajaran Bentuk
Ciri-ciri yang satu ini menyangkut soal imbuhan dalam kata-kata yang ada di kalimat, sesuai kedudukannya pada kalimat itu. Pada intinya, kalimat efektif haruslah berimbuhan pararel dan konsisten. Jika pada sebuah fungsi dipakai imbuhan me-, selanjutnya imbuhan yang sama dipakai pada fungsi yang sama.Contoh:Hal yang mesti diperhatikan soal sampah ialah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (tidak efektif)Hal yang mesti diperhatikan soal sampah ialah cara membuang, memilah, dan mengolahnya. (efektif)
4. Ketegasan Makna
Tidak selamanya subjek harus diletakkan di awal kalimat, namun memang peletakan subjek seharusnya selalu mendahului predikat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus tertentu, kalian sanggup saja meletakkan keterangan di awal kalimat untuk memberi imbas penegasan. Ini semoga pembaca sanggup pribadi mengerti gagasan utama dari kalimat tersebut. Penegasan kalimat menyerupai ini biasanya dijumpai pada jenis kalimat perintah, larangan, ataupun tawaran yang umumnya diikuti partikel lah atau pun.Contoh:Kamu sapulah lantai rumah semoga bersih! (tidak efektif)Sapulah lantai rumahmu semoga bersih! (efektif)
5. Kelogisan Kalimat
Ciri-ciri kalimat efektif terakhir yang amat krusial menyangkut kelogisan kalimat yang kalian buat. Kelogisan berperan penting untuk menghindari kesan ambigu pada kalimat. Karena itu, buatlah kalimat dengan pandangan gres yang gampang dimengerti dan masuk nalar semoga pembaca sanggup dengan gampang pula mengerti maksud dari kalimat tersebut.Contoh:Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan daerah kau persilakan. (tidak efektif)Bapak Kepala Sekolah dipersilakan memberikan pidatonya sekarang. (efektif)
Baca Juga : Pengertian, Ciri-ciri dan Struktur Cerpen beserta Contohnya